TEBINGTINGGI (Waspada): Badan Komnikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia dan Komunitas Cinta Melestarikan Sungai Bahilang Kota Tebingtinggi, melepas 5.000 ekor bibit ikan nila dan menanam ratusan pohon pelindung di sempadan sungai itu. Penebaran benih dan ikan dan penanaman pohon, untuk menjaga kelestarian sungai yang kualitasnya kian hari kian menurun.
Puluhan aktifis BKPRMI dan K’cambah, Minggu (20/6), memulai kegiatan mereka dari badan sungai di perbatasan Kota Tebingtinggi dengan Kab. Serdang Bedagai, tepatnya di Kel. Persiakan, Kec. Padang Hulu. Kegiatan bersih sungai itu berakhir di Kel. Mandailing, Kec. T.Tinggi Kota. Lebih dari 1.000 meter badan sungai dibersihkan dari sampah serta batang pohon yang menghambat aliran air.
Ketua BKPRMI kota Tebingtinggi Edi Suardi, mengatakan kegiatan ini merupakan program rutin yang dilakukan untuk menunjukkan kepedulian remaja masjid terhadap pelestarian lingkungan hidup, khususnya lingkungan sungai. Kali ini, kegiatan itu mendapat dukungan dari Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Pertanian yang memberikan bantuan gratis 5.000 bibit ikan nila. Selain itu, kata dia, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, juga menyumbangkan 100 pohon dari berbagai jenis, mulai dari pohon pulei, sukun, tanjung dan beberapa jenis tanaman lain untuk melindungi sempadan sungai dari erosi.
Sekretaris K’cambah Johari Lesmana, menilai selama kegiatan bersih sungai berlangsung, sudah mulai terbentuk perhatian masyarakat di sempadan sungai tentang kegiatan ini. Jika dulu, kata dia, masyarakat terkesan apatis, tapi kali ini banyak diantaranya yang respon dengan menyediakan makanan ringan untuk aktifis yang membersihkan sungai. “Malah, sejumlah perwiridan ibu-ibu juga memberikan nasi umat untuk makan siang,” ujar dia.
Upaya bersih sungai itu, akan terus dilakukan dengan tujuan menggerakkan warga di sekitar sungai untuk memperhatikan pelestarian lingkungan sungai. Mesmi diakui, tingkat kerusakan sungai Bahilang masih dapat ditolerir, namun yang paling merisaukan saat ini, adalah tingkat pendangkalan (sedimentasi) yang berlangsung terus menerus. “Kita berharap ada upaya pengerukan badan sungai dari Pemko Tebingtinggi,” harap Lesmana.
K’cambah juga, katanya sudah mengajukan diri untuk menjadi salah satu LSM yang duduk di Lembaga Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (LKPSDA) dan Dewan Pengelolaan Sumber Daya Air (DPSDA) Sum. Utara. Pengajuan diri ini dilakukan agar dalam lembaga itu nantinya, bisa disuarakan pentingnya pelestarian sungai Padang yang selama ini menjadi konsern K’cambah untuk dilestarikan.(a08)
Tebingtinggi, 20 Juni 2010
Pengirim,
Dto
Abdul khalik


