Home Lingkungan Budaya Gotong Royong Jadi Modal Pelestarian LH

Budaya Gotong Royong Jadi Modal Pelestarian LH

E-mail Print PDF

TEBINGTINGGI (Khaliknews): Budaya gotong royong sebagai salah satu budaya luhur bangsa, pada kehidupan masyarakat perkotaan sudah mulai bergeser oleh kepentingan pribadi bersifat individualis. Padahal, nilai gotong royong merupakan salah satu kepribadian bangsa yang perlu terus dipertahankan. Hal itu disampaikan Walikota Tebingtinggi Ir.H.Abdul Hafiz Hasibuan, pada acara “Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat VII dan Hari Lingkungan Hidup Se Dunia 2010” yang berlangsung, Kamis lalu, di Kel. Tj. Marulak Hilir, Kec. Rambutan. Hadir dalam acara itu seluruh jajaran Pemko Tebingtinggi dan masyarakat.

Ditekankan, semangat gotong royong saat ini lebih dititik beratkan pada sikap dan perilaku kita untuk saling peduli terhadap sesama. Membantu dalam kesulitan, mengatasi kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan secara bersama-sama untuk bangkit menjadi bangsa yang besar, sejahtera lahir dan bathin.

Walikota juga, mengingatkan pentingnya budaya gotong royong dipertahankan sebagai wujud pembentukan masyarakat madani (civil society)  yang keberadaannya telah diterapkan para pendahulu kita dalam kehidupan masyarakat.

“Salah satu penerapan gotong royong yang besar manfaatnya adalah upaya pemeliharaan lingkungan,” kata Walikota. Upaya pelestarian lingkungan hidup membutuhkan partisipasi dan kerjasama seluruh lapisan masyarakat. Dalam kegiatan itulah nilai-nilai kegotong royongan bisa diterapkan. Menanam pohon misalnya, contoh Walikota, tidak bisa hanya dilakukan satu orang hingga pohon bisa tumbuh besar, tapi harus ada partisipasi warga lainnya. Ada yang menanam, ada yang memelihara dan ada yang menjaga keamanan pohon itu, hingga bisa tumbuh besar, jelas Walikota.

Dalam kegiatan itu, Kantor Lingkungan Hidup serta Dinas Pekerjaan Umum membuka jalan baru di kelurahan itu sepanjang 100 meter beserta drainase, dengan cara bergotong royong bersama masyarakat sekitar.

Kakan LH Ir. Leo Lopulisa, MSi, mengatakan acara dirangkai dengan pemberian hadiah kepada sejumlah siswa yang berhasil menjuarai berbagai perlombaan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup yang dilaksanakan pada Lomba Pengetahuan Lingkungan Hidup Tingkat SD/SLTP dan Jambore Kemah Hijau Tingkat SMA se Prov. Sum. Utara di Sibolangit.@

 

Peribahasa

"Burung Gagak Itu, Jika Dimandikan Dengan Air Mawar Sekalipun, Tiada Akan Jadi Putih Bulunya."

Maknanya : Orang yang sudah memiliki kepribadian dan karakter yang buruk, seperti suka berkhianat, berbohong, menipu, iri, dengki, egoistis dan serakah, meski pun sudah mengaku berubah dan memperbaiki kepribadiannya, namun suatu saat karakter dan kepribadian itu akan muncul jika kondisi dan situasi untuk itu terbuka lebar. Maka, berhati-hatilah jika memiliki teman dan kawan berkarakter demikian.

Sumber : 5079 Peribahasa Indonesia, Bagus Pratama, Aditya. Pustaka Media, Jakarta, Cet II, 2004.

 

Informasi Penting : Akses juga blog http://abdulkhalik-news.blogspot.com : Artikel : "Teknik Bedah Umbut, Mempercepat Masa Panen Pisang."

Bual Wak Lemang

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu, sebelum datang kematian pada salah satu diantara kamu; lalu Ia bekata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" Q.s. Al Munafiqun (63): 10.