Home Pendidikan SMAN 1 T.Tinggi Harus Mampu Menjawab Tantangan Global

SMAN 1 T.Tinggi Harus Mampu Menjawab Tantangan Global

E-mail Print PDF

TEBINGTINGGI (Khaliknews): Siswa SMAN Kota Tebingtinggi diharapkan bisa menjawab tantangan global. Upaya itu harus dimulai melalui proses belajar dengan standar global, disertai sikap mental dan perilaku siswa yang mengikuti kaedah-kaedah global. Status SMAN 1 sebagai Rintisan Sekolah Berstandar Internasional merupakan jawaban untuk upaya demikian. Ketua Komite Sekolah SMAN 1 Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi, S.Sos, MTP, menyampaikan pesan itu kepada 256 siswa sekolah itu, dalam acara pengukuhan sebagai siswa baru, baru-baru ini. Ke 256 siswa baru SMAN 1 masuk melalui proses seleksi ketat berdasarkan standard RSBI.



Menilik dari arah dan proses pembelajaran di SMAN1, sudah benar. Hal itu, bisa dilihat dari kian banyaknya tamatan sekolah favorit itu, yang lulus di berbagai perguruan tinggi  elit negeri ini. “Sudah banyak alumni SMAN 1 yang saat ini belajar di ITB, UI maupun UGM,” ujar Kadis Pendidikan diwakili Kasubdis Dikmenum Drs. J. Sitinjak. Diungkapkan, saat ini keberadaan tamatan SMAN 1 yang belajar perguruan tinggi elit itu sama dengan berbagai sekolah favorit lain, semisal SMA Mata Uli maupun  SMA Soposurung atau Taruna Nusantara.



Malah, salah seorang mewakili wali murid, menginformasikan banyak sudah lulusan SMAN1 yang kini menjadi dosen di UI maupun sejumlah perguruan tinggi di negeri ini. Beberapa diantaranya ada yang jadi profesor serta mencapai pendidikan tertinggi level S3. “Ini jelas jadi kebanggan bagi SMAN1,” ujar wali murid itu.



Kasek SMAN 1 Drs. Mhd. Syarif, MPd, MSi, menyebutkan RSBI mulai dibuka pada TA 2007/2008 semula hanya dua lokal. Namun, tantangan dan harapan yang besar dari masyarakat dan pemerintah, mengharuskan pihaknya meningkatkan status dan keberadaan sekolah itu. Kini, TA 2010/2011, seluruh siswa yang masuk ke SMAN 1 sudah harus mengikuti standard RSBI.



Kegiatan masa orientasi siswa yang dilakukan selama tiga hari, diisi dengan berbaga kegiatan peningkatan disiplin dan mental belajar dengan instruktur dari Rindam I/ BB Pematang Siantar.@

 

Peribahasa

"Burung Gagak Itu, Jika Dimandikan Dengan Air Mawar Sekalipun, Tiada Akan Jadi Putih Bulunya."

Maknanya : Orang yang sudah memiliki kepribadian dan karakter yang buruk, seperti suka berkhianat, berbohong, menipu, iri, dengki, egoistis dan serakah, meski pun sudah mengaku berubah dan memperbaiki kepribadiannya, namun suatu saat karakter dan kepribadian itu akan muncul jika kondisi dan situasi untuk itu terbuka lebar. Maka, berhati-hatilah jika memiliki teman dan kawan berkarakter demikian.

Sumber : 5079 Peribahasa Indonesia, Bagus Pratama, Aditya. Pustaka Media, Jakarta, Cet II, 2004.

 

Informasi Penting : Akses juga blog http://abdulkhalik-news.blogspot.com : Artikel : "Teknik Bedah Umbut, Mempercepat Masa Panen Pisang."

Bual Wak Lemang

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu, sebelum datang kematian pada salah satu diantara kamu; lalu Ia bekata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" Q.s. Al Munafiqun (63): 10.