Home Politik Pj. Walikota T.Tinggi Diharapkan Bukan Putra Daerah

Pj. Walikota T.Tinggi Diharapkan Bukan Putra Daerah

E-mail Print PDF

TEBINGTINGGI (Khaliknews): Pejabat Walikota Tebingtinggi nantinya diharapkan bukan putra daerah. Agar dalam kepemimpinannya kelak tidak menimbulkan pandangan miring masyarakat, atau keberpihakan terhadap kelompok tertentu atas dasar kedekatan psikologis. Mestinya, pejabat Walikota ke depan seorang birokrat pengalaman yang memahami permasalahan kota ke depan. Pandangan ini disampaikan sejumlah tokoh masyarakat Kota Tebingtinggi dari berbagai unsur, terkait akan berakhirnya jabatan walikota. Sesuai ketentuan masa bhakti, jabatan Walikota Tebingtinggi yang kini dipegang Ir.H. Abdul Hafiz Hasibuan, akan berakhir pada 31 Agustus 2010.

Ketua DPC PPP Kota Tebingtinggi Arham, Selasa (27/7), mengatakan selayaknya pejabat walikota adalah sosok yang tidak memiliki kaitan sama sekali dengan Kota Tebingtinggi. Namun, mereka yang menyandang jabatan itu, harus  seorang profesional yang berpengalaman di bidang pemerintahan. “Saya tahu di kantor Gubsu, banyak birokrat yang punya pengalaman luas soal itu,” tegas dia.

Meski demikian, ujar mantan aktivis HMI Sumut itu, jika pun Gubsu harus menunjuk birokrat putra daerah, hal demikian merupakah hak prerogatif Gubsu. Hanya saja, nantinya beban pejabat walikota asal putra daerah akan lebih berat. Disamping akan menimbulkan pro dan kontra ditengah masyarakat, apalagi jika dikaitkan dengan pelaksanaan Pilkada ulang, tandas dia.

Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebingtinggi Abu Hasyim Siregar, SH, menolak dengan tegas jika birokrat putra daerah duduk sebagai pejabat walikota. “Bagaimana pun sosok pejabat walikota demikian tidak akan bisa lepas dari kaitan psikologis dalam kepemimpinananya,” ujar Hasyim.

Dikaitkan dengan tugas utama pejabat walikota nantinya, yakni penyelenggaraan Pilkada ulang, tak akan bisa dihindari adanya keberpihakan. Jika kelak pejabat walikota punya kaitan dengan salah satu calon walikota, ujar Hasyim yang juga Ketua FKUB itu, maka akan terjadi keresahan ditengah masyarakat. Atas dasar itu, Hasyim, meminta Gubsu H. Syamsul Arifin, SE, bisa bersikap arif dalam menunjuk pejabat walikota nantinya. “Kita berharap, harus pejabat profesional yang tidak punya kaitan emosional dengan Tebing,” tandas dia.

Beberapa tokoh pemuda, ketika dikonfirmasi menyatakan hal sama, diantaranya dari KNPI dan BKPRMI Kota Tebingtinggi.

Sejumlah sumber di kantor Pemprovsu, menginformasikan Gubsu saat ini tengah mencari sosok yang pantas menjadi pejabat walikota Tebingtinggi. Salah satu nama yang berkembang, adalah Kadis Infokom Drs.H. Edi Syofian, MAP. Pejabat ini, merupakan sosok asli putra daerah yang menyelesaikan pendidikannya di SMAN 1 Kota Tebingtinggi, sebelum kuliah di Fisip USU dan berkarir sebagai PNS di Pemprovsu.@

 

Peribahasa

"Burung Gagak Itu, Jika Dimandikan Dengan Air Mawar Sekalipun, Tiada Akan Jadi Putih Bulunya."

Maknanya : Orang yang sudah memiliki kepribadian dan karakter yang buruk, seperti suka berkhianat, berbohong, menipu, iri, dengki, egoistis dan serakah, meski pun sudah mengaku berubah dan memperbaiki kepribadiannya, namun suatu saat karakter dan kepribadian itu akan muncul jika kondisi dan situasi untuk itu terbuka lebar. Maka, berhati-hatilah jika memiliki teman dan kawan berkarakter demikian.

Sumber : 5079 Peribahasa Indonesia, Bagus Pratama, Aditya. Pustaka Media, Jakarta, Cet II, 2004.

 

Informasi Penting : Akses juga blog http://abdulkhalik-news.blogspot.com : Artikel : "Teknik Bedah Umbut, Mempercepat Masa Panen Pisang."

Bual Wak Lemang

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu, sebelum datang kematian pada salah satu diantara kamu; lalu Ia bekata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" Q.s. Al Munafiqun (63): 10.