Home Usaha Mikro Pedagang Mengeluh, Jln. Haryono T.Tinggi MT Semrawut

Pedagang Mengeluh, Jln. Haryono T.Tinggi MT Semrawut

E-mail Print PDF

TEBINGTINGGI (Khaliknews): Pedagang Pasar Inpres alias Pajak Bunga Kota Tebingtinggi, mengeluh. Pasalnya, Jln. Haryono MT yang persis berada di depan pasar itu situasinya semrawut dan karut marut, karena tak adanya pengaturan yang jelas. Bahkan, saat ini sudah mulai muncul insiden kecil antara pemakai jalan. Ajo, 35, pemilik kios di Pasar Inpres, Selasa (6/7), mengatakan puncak persoalan semrawutnya jalan itu, karena adanya pertambahan pedagang buah yang tak jelas siapa pemberi ijinnya. Saat ini, kata dia, ada 14 pedagang buah yang berbaris menutupi badan jalan sejak dari depan Pasar Gambir hingga mendekati Jln. Suprapto, selain penjual makanan.



Dia, menyebutkan untuk satu pedagang buah saja, badan jalan yang dimakan mencapai empat meter. Belum lagi diisi parkir tambah parkir becak bermotor. Maka badan jalan yang tersisa hanya 2 meter saja, kata Ajo. Lebih parah lagi, jalan yang seharusnya searah berubah jadi dua arah akibat sikap cuek pengguna jalan. Biasanya, ada polisi yang mengawasi arus satu arah itu, tapi belakangan tak ada, hingga jalan makin sempit. “Beberapa waktu lalu ada pejalan kaki disambar becak sampai koyak lengannya,” ungkap dia.



Dari pantauan, Pasar Inpres saat ini tengah diserbu konsumen, untuk membeli berbagai kebutuhan sekolah. Pedagang menambah barang mereka hingga memakai badan jalan. Salah seorang pedagang, mengaku tak ada kutipan dari oknum Satpol PP yang selama ini sering mereka lakukan. “Entah kenapa, sekarang ini tak ada kutipan, biasanya sering mereka lakukan, ungkap dia.



Ujang, padagang pakaian, mengaku jual beli menjelang masuk sekolah ramai. Palinng tidak pada hari puncaknya padagang bisa meraup juala beli antara Rp7 juta hingga Rp10 juta. “Jual beli buku saja satu hari bisa Rp2 juta, hari itu,” kata dia. Namun, dia mengeluh, banyaknya pedagang tak resmi membuat situasi jadi semrawut.



Sementara Pasar Gambir yang dibangun Pemko Tebintinggi dengan biaya mencapai Rp12 milyar di sdutu jalan itu, sama sekali tak berfungsi. Bangunan itu ditinggalkan pedagang dan mereka turun memenuhi badan Jalan Haryono MT. @

 

Peribahasa

"Burung Gagak Itu, Jika Dimandikan Dengan Air Mawar Sekalipun, Tiada Akan Jadi Putih Bulunya."

Maknanya : Orang yang sudah memiliki kepribadian dan karakter yang buruk, seperti suka berkhianat, berbohong, menipu, iri, dengki, egoistis dan serakah, meski pun sudah mengaku berubah dan memperbaiki kepribadiannya, namun suatu saat karakter dan kepribadian itu akan muncul jika kondisi dan situasi untuk itu terbuka lebar. Maka, berhati-hatilah jika memiliki teman dan kawan berkarakter demikian.

Sumber : 5079 Peribahasa Indonesia, Bagus Pratama, Aditya. Pustaka Media, Jakarta, Cet II, 2004.

 

Informasi Penting : Akses juga blog http://abdulkhalik-news.blogspot.com : Artikel : "Teknik Bedah Umbut, Mempercepat Masa Panen Pisang."

Bual Wak Lemang

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu, sebelum datang kematian pada salah satu diantara kamu; lalu Ia bekata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" Q.s. Al Munafiqun (63): 10.